Tips Memilih Pasir Kucing

Salah satu kegiatan utama dari seorang breeder/cattery/cattery girl seperti diriku ini adalah mengangkat pup-nya anak-anak. Betapa bahagianya saat mengangkat pup tersebut, dan pupnya berbentuk bagus, tidak lembek, tidak cair, tidak ada gejala-gejala cacingan…pokoknya the perfect poo deh, hehehehe. 

Pasir jenis apakah yang pada umumnya dipakai oleh cattery? Di pet shop yang banyak bertebaran di Jakarta (dan kota-kota lainnya) ada berbagai jenis pasir kucing yang bisa dipilih oleh pemilik kucing. Mulai dari pasir Zeolite yang murah meriah sampai pasir clumping wangi yang harganya lumayan di kantong. Setiap jenis pasir mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Disini saya mencoba membahas satu persatu keunggulan dan kekurangan dari pasir-pasir tersebut. 

Pasir Zeolite 

Ini adalah pasir yang paling murah dan juga banyak dijumpai di pet shop. Saya sendiri menggunakan pasir kucing jenis ini. Umumnya pasir kucing jenis ini tersedia dalam beberapa ukuran; nomor 1 (diameter 1mm), nomor 2 (diameter 2mm) dan nomor 3 (diameter 3mm) bahkan ada juga yang menjual sampai ukuran nomor 5 (diameter 5mm) namun sejauh yang sudah saya temui, si pasir zeolit nomor 5 ini tidak jauh beda dengan pasir nomor 3.

Pasir Zeolite Cikembar
Keunggulan dari pasir zeolite ini adalah selain harganya yang relatif murah (di BSD, harga 1 karung pasir zeolit seberat 25kg adalah berkisar 40.000-47.500 per-karungnya), pasir ini bisa didaur ulang atau dicuci.

Kekurangan dari pasir ini adalah bahwa pasir ini tidak dapat menyerap pipis mpus kita dengan maksimal, dalam artian, kemungkinan besar pipis akan menggenang dibawah pasir, dan karena tidak dapat menyerap cairan, maka pasir yang digunakan haruslah relatif banyak. Karena pasir ini tidak dapat menyerap cairan, maka seringkali litter box kucing kita akan berbau kurang sedap, terutama bila kita memiliki kucing jantan yang sedang birahi, dijamin harumnya akan sangat khas, hehehe. Bila hanya memiliki 1 atau 2 ekor kucing saja dan kita tahu jadwal kapan kucing kita pipis dan pup, maka bisa saja menggunakan sedikit pasir, begitu mereka selesai pipis dan pup, litter box dapat langsung diangkat untuk kemudian pasirnya dibuang saja, atau didaur ulang seperti dijelaskan diatas.

Sekedar catatan saja, bila saya menggunakan pasir zeolite yang harus dibuang setiap harinya, maka kemungkinan besar saya bakal didatangi oleh pengelola sampah BSD di akhir bulan, dan kemudian sang pengelola akan marah-marah karena setiap hari sampah saya bisa mencapai 30kg, hahaha!!! 

Pasir Clumping

Salah satu merek Pasir Clumping 
Pasir ini adalah jenis yang banyak disukai oleh pemilik kucing. Beragam merek yang tersedia di pasaran, memudahkan pemilik kucing untuk memilih mana yang paling sesuai untuk mereka. Ada yang buatan lokal, dan ada juga yang import dari China, Jepang dll. Pasir ini tersedia dalam 2 kategori utama, pertama adalah pasir clumping wangi (perfumed) dan pasir clumping tidak wangi (non-perfumed). Pilihan tentu saja kembali kepada pemilik kucing, namun apabila saya boleh sarankan, sebaiknya gunakanlah pasir clumping yang non-perfumed.

Hal ini untuk menghindari kebiasaan kucing mengendus-endus. Saat kucing kesayangan kita diberi litter box dengan pasir clumping yang wangi, biasanya dia akan mulai mencium-cium pasir tersebut, apesnya bila wanginya terlalu tajam, bisa jadi kucing kesayangan akan langsung bersin. Namun apabila ternyata kucing kita baik-baik saja, boleh juga kok memilih pasir clumping yang wangi :)

Keunggulan dari pasir ini adalah, sesuai namanya yaitu pasir clumping, maka pasir ini akan menggumpal (kalau dilihat di kamus, clump artinya gumpal…thus clumping means menggumpal). Saat pasir ini terkena cairan, makan langsung pasir tersebut akan menyerap cairan dan menjadi gumpalan, begitu juga saat kucing kita pup dan menutupi pupnya dengan pasir, maka pasir clumping tersebut akan langsung menutupinya. Karena pasir ini dapat menyerap cairan, maka aroma khas pipis kucing akan dapat diminimalisir. What a relief… LOL!! Untuk yang tidak mau repot mencuci pasir, maka pasir clumping adalah salah satu alternatif yang menyenangkan. Hanya perlu membuang gumpalan pipis dan pup…jemur sebentar…pasir bisa dipakai kembali. Bila pasir dalam litter box jumlahnya mulai menipis, kita hanya perlu menambahnya. Simple dan mudah :)

Namun tidak semua menyukai pasir clumping ini. Harganya yang tidak bisa dibilang murah (sejauh ini saya menemukan yang termurah adalah 150.000 untuk 25kg dan ada juga yang menjual 55.000 untuk 6 liter) seringkali menjadi bahan pertimbangan.

Disamping itu, menemukan pasir clumping dengan aroma yang tepat sering menjadi permasalahan. Sejauh ini, saya tidak pernah lagi mau memakai pasir clumping dengan aroma lemon, orange dan apel. Ketiga aroma ini akan membuat bau pipis kucing semakin semerbak. Pasir clumping yang wangi ini baru akan tercium wanginya saat terkena cairan, nah…silahkan dicoba sendiri aroma manakah yang paling cocok untuk hidung Anda. Jikalau saya harus memilih, maka aroma yang saya pilih adalah aroma Melati/Jasmine, Lavender atau Mint. Aroma Melati adalah yang paling saya sukai.

 Pasir Kristal

Salah satu merek Pasir Kristal 
Ini adalah salah satu pasir yang belum pernah saya gunakan, jadi tulisan saya dibawah ini adalah semata-mata hasil obrolan dengan seorang sahabat yang menggunakan pasir kristal untuk kucing kesayangannya.

Sahabat saya saat ini mempunyai 2 ekor kucing yang lucu-lucu (dan sepertinya akan bertambah dalam waktu dekat, hehehe). Menurutnya, pasir kristal ini sangat menyenangkan karena efisien, tidak berbau dan bebas debu. Sangat cocok untuk dirinya yang kebetulan tinggal di apartemen.

Pasir kristal mampu menyerap cairan sampai 40x beratnya sendiri. Kebayang dong betapa iritnya pasir yang perlu digunakan. Menurut sahabat saya ini, dia hanya perlu membeli pasir baru sebulan satu kali saja. Sahabat saya ini juga menambahkan, jika ingin lebih bersih, bagian bawah litter box bisa dilapisi underpad agar cairan yang tidak terserap (apabila daya serap kristalnya sudah menurun) bisa dibantu penyerapannya oleh underpad tersebut.

Satu hal yang cukup mengganggu adalah harga pasir kristal yang relatif mahal. Satu bungkus pasir kristal dengan berat 5 liter, harganya bisa mencapai 88.000-90.000, hufft…mahalnya. Namun hal tersebut sering tidak menjadi masalah bagi cat lover yang memang mendambakan litter box yang bersih, higienis dan tidak berdebu. Nah, itulah beberapa jenis pasir kucing yang banyak digunakan oleh Cat Lovers. Sekali lagi, pilihan ada pada pemilik kucing, yang paling penting adalah bagaimana menciptakan rumah serta lingkungan yang sehat dan higienis baik bagi Cat Lovers maupun bagi kucing =^.^=

Sumber : http://www.gembrotcoon.com


Adv Welcome


Terimah Kasih atas kunjungan serta telah membaca artikel Tips Memilih Pasir Kucing yang dipostingkan oleh andi setiapermana pada hari Senin, Juni 23.

Jika anda membutuhkan informasi mengenai harga, minimal order, kegunaan serta dosis pemakaian dari produk kami (Zeolite, Bentonite, Lignite, Clay, Lime/Kapur/Kalsium Karbonat/CaCO3,Pasir Silika/Pasir Kuarsa dan Arang Batok), silahkan hubungi kami :

CV KURNIA JAYA UTAMA

BBM : 597FAACA
Phone, SMS or WhatsApp : (+62)8586 3093 505 / (+62) 8772 0834 753
Email : zeolitecikembar@gmail.com
DISTRIBUTOR :

DICARI DISTRIBUTOR UNTUK WILAYAH LAINNYA !!


Artikel Terkait

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Adv Welcome

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Powered by Blogger